Halaman

Jumat, 11 Oktober 2013

kumpulan puisi pendek tentang cinta menyentuh

dinding hati brlumut,

seakan tak trjamah cinta, 

jenuh rasanya arungi laut sepi,

bukan karena tak ingin menepi,

tapi biduk slalu berlabuh di hati yg sepi, 

tapi kan kucoba mencarinya disini, 

dihatimu yg slalu dipnuhi mimpi...

 ____________________________

 

ketika mata dirangkul gelap, 

kutuntun hati menyeret langkah,

dimana bintang yang dijanjikan senja tua sebelum dia pulang, 

taukah kau...? 

aku yg mencarimu dikebutaan malam, 

dengarkah kau...? 

aku yg memanggilmu dikebisuan petang, 

meski kutau kau hanyalah mimpi 

yankg terbaring di ujung tidurku yg tak pernah lelap...

 

 _______________________________

 

cinta sihati ilalang, 

angin kecil saja bergoyang, 

cinta hanya sebatas bayang, 

selayang pandang tak dikenang, 

dikenal pagi, dilupkan malam, 

dimana sejati, bila selalu ada yg tersakiti.... 


___________________________________


maafkan aku.....
tak dapat hadirkan dirimu dalam setiap mimpiku,
tapi yakinlah tidurku adalah sisa-sisa waktuku mengingatmu...

 

__________________________________________

 

rasa kurasa tiada asa,
kata kukata tiada makna,
apa yg kau cari..?
siapa yg kau nanti...?
tak taukah kau aku disini untukmu...!

 

____________________________________

 

Telah kubutakan mataku, dan menatap dengan hati,
Telah kutulikan telingaku, dan mendengar dengan nurani,
Tetap saja sama....
Hatiku memilihmu,
Nuraniku menginginkanmu...

 

________________________________________

 

jika satu kata bisa membuatmu mengerti, 

akan kukatakan cinta!
dan bila cintaku adalah dusta bagimu, 

aku akan tetap berdusta,
sebab aku memang cinta...

 

______________________________________

 

pulanglah hati....
bulan telah pudar
bintang sudah redup
tikamkan belati itu dan pergi,
niscaya dia tau betapa perih luka dusta

 

_______________________________________

 

asaku pergi,
mungkinkah kembali,
riangku hilang,
mungkinkah pulang,
wanitakau tak kan mengerti...
betapa airmata ini tak nampak oleh senyumku
demi bahagiamu........

 

___________________________________________

 

  aku datang,
tersentak riangkuhilang,
kau disana tak sendiri,
bodohnya aku merasa ditunggu,
sedangkan kehadiranku tak diharapkan,
pudarlah malam bersama sepi.....

________________________________________

 

dengarkan rintik hujan,
disana ada cerita yg tak mungkin dusta,
tapi bila kau mengeti tentang rasa,
tak perlu kata,
tak perlu cerita,
kita bicara cinta dengan hati saja

__________________________________

 

ketika hati hanya untukmu
tak ada senandung yg terdengar selain lagumu
aku selalu rindu disetiap detik tak disampingmu
aku slalu cinta disetiap saat ku menghirup udara
aku tak kan bisa lepas dan jauh dari kasihmu
selalu......

_______________________________________

 

malam gelisah,
bulan hatinya pudar,
dia melirik bintang yang lain,
dan dengan lirih mengatakan
bintang yang kemarin adalah mantanku....

_____________________________________

 

bulan pudar digenggamanku,
bintang redup di tanganku,
sudahlah semua sudah berakhir,
mata dirangkul gelap,
pulanglah raga,
hati yang dirundung duka,

__________________________________

 

ktika aku jau dirimu jauh,
ktika malam yang kita lalui tak sama
ktika pagi yang kita lewati berbeda
satu harapan dalam hati kita bertemu dalam mimpi...

___________________________________________

 

ketika hari membagi dirinya menjadi siang dan malam,
ketika jam menetaskan 24 telurnya,
ketika minggu menghitung habis harinya,
di mana aku...?
aku terasa jauh dari semua itu...
aku jauh tertinggal sendiri, tanpamu disisiku...
 
 
 
  

______________________________________

 

Ktika malam hanya menghadirkan sunyi
ktika untuk orang lain hati ini terkunci
hanya kepadamu aku ingin berbagi
tentang skelumit resah yang kian menjadi.

disaat sendu terus membayangi rindu
kucoba lepaskan smua yg kugenggam untukmu
semoga seperti itu yang terjadi dihatimu
semoga hanya aku yang kau tunggu
dan dalam bahagia kelak kita bertemu..

aku rindu..!!

_____________________________________  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar